Kamis, 07 April 2011

IHSG Terimbas Kelesuan Global

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah tipis seiring aksi profit taking yang dilakukan investor setelah terjadinya penguatan besar sebelumnya. Investor memilih wait and see di tengah pergerakan bursa global yang juga lesu.

Pada perdagangan Kamis (7/4/2011), IHSG naik tipis 2,785 poin (0,07%) ke level 3.730,583. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,114 poin (0,31%) ke level 667,758.

"IHSG kembali berhasil menapak di zona positif dimana pada awal perdagangan sempat mengalami pelemahan. Kembali masuknya dana asing membuat IHSG berbalik arah positif. Pergerakan bursa regional yang mix dan penilaian overbought -nya IHSG membuat IHSG mengalami profit taking di awal perdagangan," jelas Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).

Kelesuan pergerakan IHSG diprediksi akan berlanjut hingga perdagangan Jumat (8/4/2011). Investor akan memperhatikan dampak gempa Jepang tadi malam terhadap pergerakan bursa regional di akhir pekan ini, sehingga saham-saham akan bergerak perlahan saja.

Saham-saham global kemarin melemah menyusul terjadinya gempa kedua di Jepang pada Kamis malam. Gempa berskala 7,4 dan peringatan tsunami membuat investor kembali khawatir. Meski demikian, Wall Street berhasil menahan kelemahannya berkat laporan penjualan ritel yang lebih baik dan data tenaga kerja mingguan yang mendorong optimisme akan membaiknya perekonomian.

Pada perdagangan Kamis (7/4/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 17,26 poin (0,14%) ke level 12.409,49. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 2,03 poin (0,15%) ke level 1.333,51 dan Nasdaq melemah 3,68 poin (0,13%) ke level 2.796,14.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Jumat akhir pekan ini dengan pelemahan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 18,35 piin (0,19%) kelevel 9.572,58.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup naik 2 point (+0.07%) ke level 3,730.58 dengan volume transaksi sebanyak 6.7 juta lot dan nilai transaksi sebanyak Rp 4.9 triliun. Gerak positif seirama dengan pergerakan bursa regional yang mayoritas diperdagangkan naik meskipun terlihat belum banyak investor yang mengambil posisi, terlihat dari nilai transaksi yang hanya Rp 4.9 triliun.

Sebanyak 98 saham tercatat naik, 107 saham turun, 96 saham tidak berubah dan 141 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Kenaikan tertinggi hari ini dipimpin oleh BBRI, BBCA, PGAS, BRAU dan GGRM sementara penurunan tertinggi dipimpin oleh TLKM, EXCL, ASII, DSSA dan INTP. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp166 miliar pada pasar regular dengan saham-saham yang paling banyak dilepas a.l. TBIG, TLKM, ASII, BRAU dan ADRO.

Secara teknikal, pada perdagangan hari ini IHSG menguat tipis dengan candlestick yang membentuk pola spinning top setelah sebelumnya bergerak cukup volatile sepanjang perdagangan. Sementara dilihat dari pergerakan indicator, stochastic mencoba membentuk golden cross di area overbought, RSI bergerak datar di area
overbought, sedangkan candlestick masih bergerak di area upper Bollinger band sehingga masih rawan akan adanya koreksi.

Pada perdagangan hari ini (8/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,683-3,756 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GGRM, BJBR, dan BRAU.

Panin Sekuritas:

Indeks hari ini bergerak menguat tipis ditengah perdagangan yang cukup fluktuatif. Pergerakan indeks didukung oleh nilai tukar rupiah yang terus menguat sebagai indikasi adanya capital inflow. Stabilnya makro ekonomi Indonesia menjadi daya tarik bagi investor asing. Disisi lain, kami melihat pergerakan indeks masih dibatasi oleh profit taking yang terjadi pada bursa regional, disamping pula saham-saham bluechip yang menjadi pendorong indeks sebagian sudah berada dalam area overbought. Hari ini kami melihat indeks masih akan bergerak volatile dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran support-resistance 3.725-3.785. Saham pilihan : BBRI, BJBR, TBIG, CTRP.

Indosurya:

Pada perdagangan Jumat (8/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.652-3.689 dan resistance 3.746-3.767. Setelah mengalami penguatan, candle pada perdagangan kemarin membentuk long legged doji cross di posisi atas yang mengindikasikan akan adanya pelemahan. Penguatan yang terjadi sebelumnya telah membawa IHSG berada di atas area overbought maka seperti biasa, candle akan mereposisi dengan mengalami koreksi. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah berada di atas area overbought dan terlihat mulai reversal. Investor tetap berhati-hati bila terdapat sinyal profit
taking terutama pada saham-saham yang berkapitalisasi besar dan mungkin bisa cermati saham-saham lapis kedua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar